top down

Pengorbanan Ismail

Ditulis oleh Kang eNeS ~ Label:

dari tanah Negeb Hebron engkau terusir
ketika saudara tirimu baru saja disapih
dari air kasih sayang ibunda Sara
maka bergolaklah sumur Lahai-Roi menahan haru
seperti juga pohonan tarbatin Mamre yang menangis pilu
mengantar kepergian sahaya mengembara
mengarungi padang pasir yang panas membara
hingga tanah Bersyeba menyambutmu dengan tangan terbuka
dengan senyum keramahan seorang sahabat
o anak muda, betapa tabah dirimu
meski harus meninggalkan tanah kelahiranmu

waktupun terus berlalu
hingga tiba perintah yang menjadi takdirmu
"anakku, kini engkau telah menjadi pemuda
maka bersiaplah untuk menerima pengorbananmu
pikullah kayu-kayu itu di atas bahumu
dan mari kita berangkat ke Moria
untuk memenuhi perintah Sang Maha," kata sang bapak
anak muda itupun diam, tak membantah
bahkan ketika tajamnya pisau siap memotong lehernya
anak muda itu masih diam, tak membantah
o pemuda gagah, betapa tabah dirimu
meski harus mengorbankan darah dan nyawamu

anak muda, gerangan apa yang membuatmu bengitu rela
mengorbankan darah dan nyawamu seperti tengah berputus asa?
"aku hanyalah sahaya Tuhan yang tak memiliki apa-apa
bahkan darah daging tulang nyawa serta segala yang ada
bukanlah milikku sepenuhnya
lantas masih adakah hak untuk hidup jika Sang Pemilik memintanya
wujud cintaku adalah ketaatan
wujud rinduku adalah penyerahan," jawabmu teguh

duhai anak muda
betapa tabah hatimu
betapa teguh sikapmu
betapa pasrah jiwamu
maka biarlah Bersyeba menjadi saksi
bagi wujud cinta dan rindumu yang sejati
dan biarkan si pendusta menyangka
bahwa engkau bukanlah engkau
tapi saudara tirimu yang masih kecil
yang tinggal di Lahai-Roi

Cibaraja, 08/12/1997

Baca Kajian menarik:
Ismail atau Ishak yang dikurbankan : Versi Islam dan Kristen

Lihat Puisi Kang eNeS lainnya

6 komentar

SeNjA mengatakan...  
27 November 2009 10.03

pertamaxxx dulu ahh....

SeNjA mengatakan...  
27 November 2009 10.05

kisah nabi ismail dan nabi ibrahim memang menjadi tauladan kita sebagai muslim ya kang.

makna pengorbanan dan keikhlasan didalamnya...

smg etelah idul adha ini kita khususnya aku,menjadi lebih ikhlas dalam segala hal,amiennn....

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...  
27 November 2009 10.59

Hidup pada dasarnya adalah pengorbanan, barang siapa yang tidak berani berkorban, sebaiknya hidup ini tidak usah dijalani.

Selamat datang kembali sobat.

setiakasih mengatakan...  
27 November 2009 11.29

Salam ..
Kasih Ismail kepada Sang Maha amat tulus tiada curiga...
menyerah kembali sendiri kepada yang Empunya...

Pengorbanan besar jadi peringatan kepada kita semua. Allah SWT Maha Adil dan Maha Mengetahui.

oema mengatakan...  
27 November 2009 12.29

Uma gak bisa berkata-kata, pak.. keren....!!!^^

Munir Ardi mengatakan...  
27 November 2009 20.07

akhirnya engkau datang sobat tak ramai kampung ini tanpa engkau

Posting Komentar

Link aktif dalam komentar secara otomatis akan dihapus/disembunyikan.
Terima kasih atas semua tanggapan sobat-sobat semua.....

SC Community