Episode 6 : Mr. K, I Love U
Pagi itu, sebelum jam pelajaran dimulai, Aryanti, Astie dan Yuni dipanggil oleh pak Sabda ke ruang BP. Tentu saja ketiga cewek manis dan cerdas ini kaget bukan kepalang. Bagi mereka, Ruang BP adalah ruang yang identik dengan hukuman. Siapapun yang dipanggil ke ruangan ini pastilah orang tersebut bermasalah, akibatnya ruang BP menjadi ruangan yang paling menyeramkan dan paling dibenci oleh semua siswa. Mereka menduga-duga kesalahan apa yang telah mereka perbuat sehingga mereka harus berada di ruangan yang menakutkan ini. "Ah, jangan-jangan pak Sabda marah karena masalalu dan jati dirinya telah disebarluaskan," pikir mereka. Perasaan ketiga anak itu semakin gelisah saja ketika mereka menunggu cukup lama di ruangan itu. Sementara pak Sabda malah asyik ngobrol dengan pak Sholeh di luar, tanpa menghiraukan mereka.
"Tie, gara-gara kamu tuh pak Sabda marah ke kita," Aryanti menuding Astie sebagai penyebab utama dipanggilnya mereka bertiga.
Pagi itu, sebelum jam pelajaran dimulai, Aryanti, Astie dan Yuni dipanggil oleh pak Sabda ke ruang BP. Tentu saja ketiga cewek manis dan cerdas ini kaget bukan kepalang. Bagi mereka, Ruang BP adalah ruang yang identik dengan hukuman. Siapapun yang dipanggil ke ruangan ini pastilah orang tersebut bermasalah, akibatnya ruang BP menjadi ruangan yang paling menyeramkan dan paling dibenci oleh semua siswa. Mereka menduga-duga kesalahan apa yang telah mereka perbuat sehingga mereka harus berada di ruangan yang menakutkan ini. "Ah, jangan-jangan pak Sabda marah karena masalalu dan jati dirinya telah disebarluaskan," pikir mereka. Perasaan ketiga anak itu semakin gelisah saja ketika mereka menunggu cukup lama di ruangan itu. Sementara pak Sabda malah asyik ngobrol dengan pak Sholeh di luar, tanpa menghiraukan mereka.
"Tie, gara-gara kamu tuh pak Sabda marah ke kita," Aryanti menuding Astie sebagai penyebab utama dipanggilnya mereka bertiga.
Episode 5 : Mr. K, I Love U
Suasana di kantin sangat ramai dipenuhi siswa SMP Mahardhika pada jam istirahat ini. Disana terlihat Gank ACC plus, Recent Group dan Coklat Club, yang kesemuanya siswa kelas 9. Tidak ketinggalan gank anak-anak kelas 8 pun turut meramaikan suasana kantin, seperti AMISs, /Rif, Repik dan masih banyak lagi.
Sebenarnya mereka tidak membuat gank sendiri-sendiri, apalagi memilah milih teman bermain. “Itu sih bisa-bisanya pak Sholeh saja!” kata Aryanti memberi alasan ketika pak Dharman, selaku Pembina Siswa, menanyakan masalah bermunculannya gank-gank di sekolah. Tapi karena sudah terlanjur diberi nama oleh pak Sholeh, maka jadilah mereka menamakan kelompoknya sesuai dengan sebutan yang diberikan.
Suasana di kantin sangat ramai dipenuhi siswa SMP Mahardhika pada jam istirahat ini. Disana terlihat Gank ACC plus, Recent Group dan Coklat Club, yang kesemuanya siswa kelas 9. Tidak ketinggalan gank anak-anak kelas 8 pun turut meramaikan suasana kantin, seperti AMISs, /Rif, Repik dan masih banyak lagi.
Sebenarnya mereka tidak membuat gank sendiri-sendiri, apalagi memilah milih teman bermain. “Itu sih bisa-bisanya pak Sholeh saja!” kata Aryanti memberi alasan ketika pak Dharman, selaku Pembina Siswa, menanyakan masalah bermunculannya gank-gank di sekolah. Tapi karena sudah terlanjur diberi nama oleh pak Sholeh, maka jadilah mereka menamakan kelompoknya sesuai dengan sebutan yang diberikan.
Episode 4 : Mr. K, I Love U
“Rahayuuu…, tunggu!” Sebuah teriakan menghentikan langkah Rahayu yang tengah berjalan menuju ke arah kantin bersama dua orang sahabatnya, Ita dan Fitri. Persahabatan mereka terjalin karena mereka selalu berada dalam satu kelas sejak kelas 7 D dulu hingga sekarang di kelas 8 B. Gank /Rif, begitulah pak Sholeh menyebut mereka, ketika dia menjadi Wali Kelas mereka sewaktu di kelas 7 dulu. Disebut Gank /Rif ini bukan karena mereka pengagum setia sebuah kelompok musik asal kota Bandung, /Rif, tapi merupakan sebuah singkatan dari nama-nama mereka: Rahayu, Ita dan Fitri. Sedangkan mengenai strip (/) yang mereka tambahkan pada nama gank mereka, itu supaya tampak kelihatan keren saja.
“Eh, Nining. Ada apa, Ning, kelihatannya penting banget?” Rahayu merasa heran karena tidak biasanya cewek kalem dan lemah lembut ini memanggilnya sambil berteriak seperti itu.
“Rahayuuu…, tunggu!” Sebuah teriakan menghentikan langkah Rahayu yang tengah berjalan menuju ke arah kantin bersama dua orang sahabatnya, Ita dan Fitri. Persahabatan mereka terjalin karena mereka selalu berada dalam satu kelas sejak kelas 7 D dulu hingga sekarang di kelas 8 B. Gank /Rif, begitulah pak Sholeh menyebut mereka, ketika dia menjadi Wali Kelas mereka sewaktu di kelas 7 dulu. Disebut Gank /Rif ini bukan karena mereka pengagum setia sebuah kelompok musik asal kota Bandung, /Rif, tapi merupakan sebuah singkatan dari nama-nama mereka: Rahayu, Ita dan Fitri. Sedangkan mengenai strip (/) yang mereka tambahkan pada nama gank mereka, itu supaya tampak kelihatan keren saja.
“Eh, Nining. Ada apa, Ning, kelihatannya penting banget?” Rahayu merasa heran karena tidak biasanya cewek kalem dan lemah lembut ini memanggilnya sambil berteriak seperti itu.
Episode 3 : Mr. K, I Love U
Hari belum begitu siang ketika anak-anak OSIS SMP Mahardhika mengadakan rapat. Cuaca cukup cerah. Biasanya, setiap siang menjelang sore, cuaca selalu mendung dan diteruskan dengan hujan deras pada sore harinya. Tapi siang ini cuaca tampak cerah, tidak panas, juga tidak mendung.
Aryanti, ketua OSIS SMP Mahardhika, tampak membolak-balik proposal kegiatan yang baru saja ia terima dari Sekretarisnya, Astie. Ia masih mempelajari bagian-bagian dari proposal itu tanpa menghiraukan keadaan teman-temannya yang berisik, menunggunya untuk mengambil keputusan mengenai apakah proposal tersebut layak diajukan ke Pembina OSIS atau masih harus diadakan revisi (perbaikan).
Aryanti masih juga membolak-balik proposal tersebut meski Astie, yang duduk di samping kirinya, sudah berkali-kali menendang kakinya memberi isyarat bahwa teman-temannya sudah mulai resah karena kelamaan menunggu putusan.
Hari belum begitu siang ketika anak-anak OSIS SMP Mahardhika mengadakan rapat. Cuaca cukup cerah. Biasanya, setiap siang menjelang sore, cuaca selalu mendung dan diteruskan dengan hujan deras pada sore harinya. Tapi siang ini cuaca tampak cerah, tidak panas, juga tidak mendung.
Aryanti, ketua OSIS SMP Mahardhika, tampak membolak-balik proposal kegiatan yang baru saja ia terima dari Sekretarisnya, Astie. Ia masih mempelajari bagian-bagian dari proposal itu tanpa menghiraukan keadaan teman-temannya yang berisik, menunggunya untuk mengambil keputusan mengenai apakah proposal tersebut layak diajukan ke Pembina OSIS atau masih harus diadakan revisi (perbaikan).
Aryanti masih juga membolak-balik proposal tersebut meski Astie, yang duduk di samping kirinya, sudah berkali-kali menendang kakinya memberi isyarat bahwa teman-temannya sudah mulai resah karena kelamaan menunggu putusan.
Episode 2 : Mr. K, I Love U
Suasana kelas 8 D tampak begitu tegang setelah mendengar bell tanda pergantian pelajaran berbunyi. Maklum dua jam pelajaran terakhir adalah pelajaran Fisika. Dan ini berarti mereka akan berhadapan dengan guru yang paling ditakuti siswa di SMP Mahardhika. Semua siswa se-SMP sudah pada tahu siapa itu pak Sabda Bentala guru Fisika, yang mereka juluki Mr. K, Mr. Killer. Namanya sedikit aneh, sangat asing terdengar di telinga. Perawakannya tinggi kurus sehingga tulang-tulangnya kelihatan sangat jelas. Kepalanya botak, hanya ditumbuhi sedikit rambut di bagian samping dan belakang kepalanya. Matanya sedikit belo, ditutupi kacamata minus yang tebal. Suaranya agak serak dan berat, sehingga kalau berbicara terdengar sangat menyeramkan. Bawaannya serius dan temperamental. "Neraka !" begitulah pikir anak-anak SMP Mahardhika jika Mr. K ada di dalam kelas. Betapa tidak, semua siswa tidak boleh bercanda, tidak boleh berisik, bahkan tertawa sedikitpun dilarang. Semua harus serius memperhatikannya.
Suasana kelas 8 D tampak begitu tegang setelah mendengar bell tanda pergantian pelajaran berbunyi. Maklum dua jam pelajaran terakhir adalah pelajaran Fisika. Dan ini berarti mereka akan berhadapan dengan guru yang paling ditakuti siswa di SMP Mahardhika. Semua siswa se-SMP sudah pada tahu siapa itu pak Sabda Bentala guru Fisika, yang mereka juluki Mr. K, Mr. Killer. Namanya sedikit aneh, sangat asing terdengar di telinga. Perawakannya tinggi kurus sehingga tulang-tulangnya kelihatan sangat jelas. Kepalanya botak, hanya ditumbuhi sedikit rambut di bagian samping dan belakang kepalanya. Matanya sedikit belo, ditutupi kacamata minus yang tebal. Suaranya agak serak dan berat, sehingga kalau berbicara terdengar sangat menyeramkan. Bawaannya serius dan temperamental. "Neraka !" begitulah pikir anak-anak SMP Mahardhika jika Mr. K ada di dalam kelas. Betapa tidak, semua siswa tidak boleh bercanda, tidak boleh berisik, bahkan tertawa sedikitpun dilarang. Semua harus serius memperhatikannya.
Episode 1 : Mr. K, I Love U
Anita membanting pintu kamarnya dengan keras. Dilemparkannya tubuh mungilnya ke atas kasur. Sambil menelungkup dia menangis tersedu-sedu. Kesal, sedih, marah. Itulah yang dirasakannya saat ini. Bagaimana tidak? Waktu di sekolahan tadi, dia menjadi pusat ledekan temen-temennya. Hampir seluruh siswa di kelasnya memanggilnya dengan sebutan "Miss G.!", yang berarti Nona Goblog. Hanya beberapa orang saja yang tidak memanggilnya demikian, termasuk sahabatnya, Stefany.
Mamanya yang tengah masak siang di dapur, mendengar anak semata wayangnya menangis di dalam kamar, segera menghampiri. Khawatir kalau-kalau ada kejadian buruk yang menimpa anak kesayangannya itu. Maklum, anak satu-satunya ini sedikit kolokan. Ada sedikit masalah saja sudah uring-uringan, apalagi ada masalah besar, bisa kiamat dunia.
Anita membanting pintu kamarnya dengan keras. Dilemparkannya tubuh mungilnya ke atas kasur. Sambil menelungkup dia menangis tersedu-sedu. Kesal, sedih, marah. Itulah yang dirasakannya saat ini. Bagaimana tidak? Waktu di sekolahan tadi, dia menjadi pusat ledekan temen-temennya. Hampir seluruh siswa di kelasnya memanggilnya dengan sebutan "Miss G.!", yang berarti Nona Goblog. Hanya beberapa orang saja yang tidak memanggilnya demikian, termasuk sahabatnya, Stefany.
Mamanya yang tengah masak siang di dapur, mendengar anak semata wayangnya menangis di dalam kamar, segera menghampiri. Khawatir kalau-kalau ada kejadian buruk yang menimpa anak kesayangannya itu. Maklum, anak satu-satunya ini sedikit kolokan. Ada sedikit masalah saja sudah uring-uringan, apalagi ada masalah besar, bisa kiamat dunia.
Recent Posts
Friends Update
-
-
Once We Were Us3 minggu yang lalu
-
-
Anuraga6 bulan yang lalu
-
Epstein dan Geopolitik Timur Tengah7 bulan yang lalu
-
How NextWeekAds.com Simplifies Weekly Deals and Flyers11 bulan yang lalu
-
The Best U.S. Cities for Women to Start Over1 tahun yang lalu
-
Kisah Anak Ayam yang Tidak Mau Belajar3 tahun yang lalu
-
Hujan Lentik di akhir Desember5 tahun yang lalu
-
PETUNJUK LENGKAP PENDAFTARAN SNMPTN 20206 tahun yang lalu
-
Cinta Lalu7 tahun yang lalu
-
Somewhere to Think7 tahun yang lalu
-
GEBYAR MUHARRAM 1439 H8 tahun yang lalu
-
Perceraian PNS9 tahun yang lalu
-
Cerdas Berlalu Lintas9 tahun yang lalu
-
Dokter Kecil9 tahun yang lalu
-
Download Farmakope Indonesia Edisi 510 tahun yang lalu
-
Menata Rumah dengan Lazada10 tahun yang lalu
-
Contoh Surat Lamaran Kerja Bagi Freshgraduated11 tahun yang lalu
-
Iran-kah Bangsa Yang Dijanjikan Tuhan Dalam Surat Muhammad?11 tahun yang lalu
-
ISRA MI’RAJ : Transformasi Moral dan Sosial12 tahun yang lalu
-
METODE BRAINSTOTMING13 tahun yang lalu
-
Upaya-upaya Pencurian Jasad Nabi SAW. (Sejarah Masjid Nabawi)13 tahun yang lalu
-
AKSELERASI DINI – tentang mereka dan ARUS13 tahun yang lalu
-
kata-kata mutiara Imam Syafi'i13 tahun yang lalu
-
Bintangku Makin Lucu13 tahun yang lalu
-
Buta14 tahun yang lalu
-
-
Renungan Hari Ini15 tahun yang lalu
-
Aku Kembali15 tahun yang lalu
-
Setan Masuk Islam15 tahun yang lalu
-
Dari Asongan ke Gedongan (Inspiring True Story)15 tahun yang lalu
-
-
Friend's Link
Guest Book
Categories
- Cerbung
- Cerpen
- Lirik
- Lulucon
- Puisi
- Saukur Saur
- Saung Kuring
- Tong Poho