top down

Matahari-matahari Hidup

Ditulis oleh Kang eNeS ~ Label:

Tidak ada manusia yang selalu aku kagumi selain dari kaum ibu yang dengan penuh kasih sayang telah merawat, mengasuh, membimbing, dan menyekolahkan anak-anaknya hingga tuntas meskipun ia harus berjuang seorang diri.

Adalah ibuku orang yang pertama aku kagumi sebagai seorang ibu. Meski telah ditinggal bapakku tahun 1988, ketika aku baru masuk ke Perguruan Tinggi, namun dia tetap tegar dalam menghadapi cobaan hidup hingga ia mampu menyelesaikan sekolah ketiga anaknya yang masih tersisa hingga Sarjana (kakak-kakaku sudah tuntas dan sudah pada bekerja), yakni: aku dan dua orang adikku, yang pada waktu itu masih duduk di bangku kelas 2 SMA dan 2 SMP. Meski hanya lulusan SD dan berbekal gaji pensiunan PNS Golongan 2C yang ditingalkan bapakku, tapi ibuku tetap bisa bertahan dan mampu membiaya hidup serta sekolah anak-anaknya hingga semuanya menjadi Sarjana. Sungguh luar biasa dan layak untuk diteladani.

Orang kedua yang aku kagumi adalah ibu mertuaku (lihat foto). Sebagaimana ibuku, diapun hanya mengandalkan gaji pensiunan PNS Golongan 2D dari almarhum suaminya, yang meninggalkannya ketika istriku pada saat itu baru menginjak kelas 6 SD (tahun 1999). Namun dengan kegigihan dan kesabarannya ia mampu menyekolahkan ketiga anaknya hingga lulus SMA dan Perguruan Tinggi.

Ibu-ibu seperti mereka adalah matahari-matahari karena senantiasa menerangi, memberi kehangatan, melindungi, dan bahkan memberi oksigen bagi kehidupan anak-anaknya.

Terima kasih ibuku. Terima kasih ibu mertuaku. Karena orang-orang seperti engkaulah dunia menjadi berseri dan generasi menjadi lebih baik.

Dan inilah calon matahari bagi anakku, M. Bintang Cahya Semesta. Dia adalah seorang perempuan cantik, cerdas (maklum alumni SC), shalehah, namun sedikit bawel, hehehe... Dia adalah perempuan yang baru aku nikahi 2 tahun lalu (6 Juli 2008 = 060708) namun seperti sudah puluhan tahun menjadi istriku. Dia adalah matahari lain bagi hidupku, selain dari ibuku yang aku kagumi.

Lihat Saung Kuring Kang eNeS lainnya

10 komentar

aurapelupa mengatakan...  
13 Juni 2010 12.17

Selamat buat isterinya, semoga ilmu yang didapat dapat dikembangkan dan diamalkan! Amin!
Selamat berkarya buat anda berdua, sukses!

Munir Ardi mengatakan...  
13 Juni 2010 12.42

yang laki kasep ,yang wanita geulis pisan klop dah , selamat ya kang atas wisuda yang tercinta

annie mengatakan...  
13 Juni 2010 14.13

Sepakat, Kang, ibu adalah matahari kehidupan. Selamat buat Teh Yayi dan juga Akang yang sudah mendampingi kesuksesannya. Semoga ilmunya manfaat bagi banyak orang.
Manawi teh tos aya 2 bati teh, Kang?

eNeS mengatakan...  
13 Juni 2010 14.38

@Eddy dan Munir:
Makasih sob atas ucapannya...
@Annie:
Tos aya dua ceu bati mah. Nu pang ageungna mah ti istri nu ti payun. Mung anjeuna teu ngiring da nuju Ulum di SMA-na.

nuancespen mengatakan...  
13 Juni 2010 18.22

Wajah kalian mirip, kata orang jawa sudah jodohnya dan pasti langgeng!
Hanya kebahagiaan kita yang membuat orangtua kita bahagia! Ini urusan darah daging dan hati!

reni mengatakan...  
13 Juni 2010 21.06

Selamat utk sang istri yg barusan diwisuda..
Betapa senangnya mendapatkan banyak matahari yang menyinari hidup ya Kang...

Istrinya cantik Kang... anaknya juga cakep banget.
Salam utk semuanya...

Lina Gustina mengatakan...  
14 Juni 2010 01.30

Wah, hidup Akang dikelilingi oleh tiga matahari yang luar biasa...

Lina Gustina mengatakan...  
14 Juni 2010 01.31

Sampai lupa, selamat untuk istri tercinta yang baru diwisuda :)

eNeS mengatakan...  
14 Juni 2010 05.56

@Nuancespen:
Mudah-mudahan begitu mas. Amien...
@Reni:
Wa'alaikum salam... dan terima kasih atas ucapan selamatnya mbak...
@Lina:
Alhamdulillah mbak... Saya bersyukur dikelilingi matahari-matahari seperti itu.
Terima kasih atas ucapan selamatnya mbak...

daftarbisnisnet mengatakan...  
14 Oktober 2013 12.05

mantap banget gan..
i like it

Poskan Komentar

Link aktif dalam komentar secara otomatis akan dihapus/disembunyikan.
Terima kasih atas semua tanggapan sobat-sobat semua.....

SC Community