top down

Koja Terpanggang Geram

Ditulis oleh Kang eNeS ~ Label:

pagi, di ujung kota yang panas
bara menyulut amarah yang sudah terpendam lama
amarah pada kekuasaan yang semena-mena
amarah pada kebijakan yang hanya memihak si kaya
amarah pada politik yang mencabik perasaan wong cilik
maka ratusan batupun terlempar memenuhi udara
menghunjam puluhan kepala budak-budak dendam
hingga darahpun tercecer melumuri aspal hati yang kelam

lalu koja pun terpanggang geram
hingga malam cekamnya masih terasakan
lihatlah, kobaran api dari hati yang terbakar
mengalahkan gumpalan asap kendaraan yang dibakar
o, inilah potret negeri barbar
dimana kesadaran hanya tersimpan di rak-rak buku
dan baru terbangkitkan di rumah-rumah ibadah
sementara di jalanan dan ruang pekerjaan
tuhan dilemparkan dalam tong sampah!

Cikembar, 15/04/10

Lihat Puisi Kang eNeS lainnya

8 komentar

annie mengatakan...  
15 April 2010 09.05

Segala rasa teraduk di Koja, Kang ...
saya menuliskan juga rasa itu di resonansi

Lina Gustina mengatakan...  
15 April 2010 21.03

amarah dan dendam tumpah sudah
mari dinginkan hati, jiwa dan pikiran
cari solusi terbaik demi kedamaian sejati...

Tarbiyatun Nisaa mengatakan...  
15 April 2010 22.01

Wah puisi hebat lurrrr...mang benar masyarakat urang mah tara pernah diajar...nyaho ari ku fisik mah tara pernah tuntas...masih keneh wae dilakonan...na ku bebal-bebal teuingnya bangsa urang teh.....

Latifah Hizboel mengatakan...  
16 April 2010 00.48

Ntah rasa apa lg yg tertuang melihat kejadian dari orang2 yg telah khilaf dan lalai pada Tuhan, mereka yg memilki hati nurani...

Latifah Hizboel mengatakan...  
16 April 2010 00.51

Ralat* para penguasa yg tak memiliki hati nurani...

eNeS mengatakan...  
16 April 2010 01.14

@Semua:
Koja memang merupakan tragedi kemanusiaan kita yang kesekian. Ntah apa lagi setelah ini?

tulisanbhu mengatakan...  
17 April 2010 02.57

bukan salah siapa terjadi
bukan salah mengapa terjadi
cukup pikirkan saja kok bisa terjadi?
apa memang negeri kita negri kaum barbar??

senja mengatakan...  
17 April 2010 07.16

potret yg kian memperpanjang wajah tragis bangsa kita....

apa kabar nya kang ? lama tidak main ke sini karena sempat hiatus...

Posting Komentar

Link aktif dalam komentar secara otomatis akan dihapus/disembunyikan.
Terima kasih atas semua tanggapan sobat-sobat semua.....

SC Community