top down

Dan Bebatuan Pun Menangis

Ditulis oleh Kang eNeS ~ Label:

dan bebatuan pun menangis pilu
ketika reranting pohon terkulai lesu
ditinggalkan daunan yang jatuh satu-satu

kemana angin akan pergi
jika semua gunung t’lah menjadi daratan kering
kemana lagi awan akan beriring
jika semua langit t’lah menjadi lautan polusi
kemana lagi harapan akan bersanding
jika semua daya tinggal butiran peluh belaka
kemana lagi akan bercermin
jika semua cermin t’lah kusam dan retak

dan bebatuan pun menangis pilu
ketika berbatang pohon tumbang satu-satu
membekaskan luka di perut jenggala

Cikembar, 11/10/02

Lihat Puisi Kang eNeS lainnya

5 komentar

Tarbiyatun Nisaa mengatakan...  
14 April 2010 pukul 00.13

Wah puisina alus euy lurrr.....multi persepsi kaya imajinasi....soklah derrr sing loba....semangatttttttttt.....

Bunda Alfi mengatakan...  
14 April 2010 pukul 08.45

Tangisannya yang pilu, menyentuh awan yang akhirmya menurunkan air hujan ... ( nyambung ga ya ? ) :)

edi mengatakan...  
14 April 2010 pukul 08.54

Dan air murnipun sulit kudapatkan!

eNeS mengatakan...  
14 April 2010 pukul 17.40

@Tarbiyatun Nissa:
Siip... Biasa, puisi baheula dipublish ayeuna
@Latifah:
Nyambung ga nyambung paksain we atuh teh, hehehe...
@Achmad:
Bener sob, yang ada harus beli

Mardee W mengatakan...  
20 April 2010 pukul 08.40

kemana lagi kita akan berharap
jika masih saja malu untuk menatap

Posting Komentar

Link aktif dalam komentar secara otomatis akan dihapus/disembunyikan.
Terima kasih atas semua tanggapan sobat-sobat semua.....

SC Community